Workshop Regenerasi Kesenian Sandima Samarinda dalam rangka Program Raya Budaya Etam 2026 dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema “Digitalisasi, Regenerasi, dan Apresiasi Sandiwara Mamanda (SANDIMA) sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia”.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Rahmawati diminta Bapak Elansyah untuk berbagi pengalaman dalam proses penulisan buku biografi beliau. Menariknya, proses penulisan dilakukan melalui wawancara menggunakan WhatsApp tanpa pernah bertemu secara langsung. Pertemuan keduanya justru terjadi saat workshop berlangsung.
"Masyaallah, perjalanan menghadirkan buku tentang Pak Elansyah ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ketika proses penulisan sudah dimulai, Pak Elansyah sempat sakit dan selama dua hari kehilangan kontak. Saat itu, hati saya dipenuhi rasa khawatir. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah SWT, semoga Pak Elansyah diberi kesehatan, kekuatan, dan dipanjangkan umur agar buku ini dapat selesai dan hadir di hadapan para pembacanya.
Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepada kami untuk melanjutkan perjalanan ini. Bagi saya, buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga menjadi saksi perjuangan, doa, dan semangat seorang pelestari budaya. Semoga Allah selalu menjaga Pak Elansyah, memberikan kesehatan dan umur yang penuh keberkahan, serta menjadikan kisah perjuangannya sebagai inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Indonesia."
Dari proses panjang tersebut, lahirlah sebuah buku biografi setebal 265 halaman. Tidak berhenti pada buku, Ibu Rahmawati kemudian mengembangkan kisah tersebut menjadi komik yang direncanakan hadir dalam sembilan seri. Hingga saat ini, sembilan seri telah berhasil dirampungkan dalam bentuk cerita anak bergambar.
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi peserta workshop bahwa pelestarian Sandima dapat dilakukan melalui berbagai media kreatif, termasuk buku, komik, dan cerita bergambar untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar