Video Profil TBM Iqro Lempake

Translate

Kotak Penelusuran

Kamis, 27 Agustus 2026

Rachmawati Abadikan Perjalanan Sang Pelestari SANDIMA, 11 Buku Biografi Elansyah dan SANDIMA, Resmi Memperoleh HAKI

SuratCiptaan_EC002026155794 oleh TBM Iqro

Samarinda
— Perjalanan panjang Bapak Elansyah dalam mengabdikan diri pada seni, budaya, dan pendidikan kini diabadikan dalam sebuah karya literasi yang lebih permanen. Sebanyak 11 judul buku karya Rachmawati yang mengangkat biografi, perjuangan, pemikiran, serta pengabdian Elansyah resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Karya-karya tersebut menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan perjalanan seorang tokoh yang selama puluhan tahun konsisten menjaga dan mengembangkan Sandiwara Mamanda (SANDIMA) di Kalimantan Timur.

Rachmawati selaku penulis menghadirkan kisah Elansyah bukan sekadar sebagai sebuah biografi personal, tetapi sebagai catatan perjalanan kebudayaan. Di dalamnya tergambar bagaimana pengalaman hidup, kecintaan terhadap seni, dunia pendidikan, serta pengabdian Elansyah berpadu hingga melahirkan sebuah perjuangan panjang untuk mempertahankan eksistensi SANDIMA.

Dari Perjalanan Hidup hingga Warisan Budaya

SANDIMA merupakan Sandiwara Mamanda yang dirintis Elansyah sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Perjalanan tersebut tentu bukan proses yang singkat. Dibutuhkan ketekunan, kesetiaan terhadap budaya, serta keberanian untuk terus berkarya di tengah perubahan zaman.

Melalui tangan Rachmawati, perjalanan tersebut dituangkan menjadi rangkaian buku yang menceritakan berbagai fase kehidupan Elansyah. Mulai dari akar kehidupan masa kecil, pencarian jati diri dan panggung kehidupan, hingga keputusan untuk mendedikasikan hidupnya bagi SANDIMA.

Kisah tersebut kemudian berkembang pada perjalanan Elansyah dalam dunia pendidikan, pengembangan visi dan misi SANDIMA, hingga perjuangan untuk mengukuhkan keberadaan SANDIMA agar dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Perjuangan panjang tersebut pada akhirnya turut mengantarkan SANDIMA memperoleh pengakuan negara sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

11 Judul yang Merekam Jejak Pengabdian

Sebelas buku karya Rachmawati tersebut memiliki tema yang saling berkaitan dan membentuk sebuah rangkaian perjalanan kehidupan Elansyah, yaitu:

  1. Elansyah, dan Sandiwara Mamanda, Biografi Sang Pelestari, Warisan Budaya Takbenda Indonesia “SANDIMA”
  2. Komik Elansyah, dan Sandiwara Mamanda, Biografi Sang Pelestari, Warisan Budaya Takbenda Indonesia “SANDIMA”
  3. Akar Kehidupan Masa Kecil Sultan Sandima
  4. Menemukan Panggung Kehidupan
  5. Mendirikan dan Mendedikasikan Hidup di Sandiwara Mamanda (SANDIMA)
  6. Mengabdi di Dunia Pendidikan
  7. SANDIMA Berkembang dengan Visi dan Misi
  8. Mengukuhkan SANDIMA untuk Masa Depan
  9. Jejak Pengabdian yang Tak Terhenti
  10. Menyalakan Api Warisan untuk Selamanya
  11. Warisan yang Menyala, Jejak yang Tak Tergantikan


Jika dicermati, judul-judul tersebut seperti membentuk satu alur perjalanan. Dari masa kecil, menemukan jalan kehidupan, membangun SANDIMA, mengabdi di dunia pendidikan, hingga meninggalkan warisan yang diharapkan terus hidup.

Dua karya pertama bahkan menghadirkan perjalanan tersebut dalam dua bentuk, yaitu buku biografi dan komik biografi, sehingga kisah Elansyah dan SANDIMA dapat dikenalkan kepada masyarakat dengan pendekatan literasi yang lebih beragam, termasuk kepada generasi muda.

HAKI sebagai Bentuk Perlindungan Karya

Terbitnya HAKI bagi 11 buku ini menjadi momentum penting bagi Rachmawati sebagai penulis. HAKI tidak hanya memberikan perlindungan terhadap karya intelektual yang telah dituangkan dalam bentuk buku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah perjalanan seorang tokoh dan warisan budaya yang diperjuangkannya.

Bagi dunia literasi dan kebudayaan, dokumentasi seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Sebuah pertunjukan dapat selesai ketika panggung ditutup, tetapi sebuah buku dapat menjaga cerita tetap hidup dan memungkinkan generasi berikutnya mengenal perjalanan yang pernah terjadi.

Melalui 11 buku tersebut, kisah Elansyah tidak berhenti sebagai cerita dari satu generasi ke generasi lainnya. Kisah itu telah dituliskan, disusun, dan didokumentasikan menjadi karya yang dapat dibaca serta dipelajari kembali.

Menulis untuk Menjaga Ingatan

Rachmawati melalui karya-karyanya berusaha menangkap sisi lain dari perjalanan Elansyah: bukan hanya sebagai pelaku seni, tetapi sebagai sosok yang memilih untuk mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya bagi pelestarian budaya.

Ada perjuangan, pengabdian, pendidikan, harapan, dan cita-cita yang dirangkai menjadi sebuah narasi panjang.

Sebelas buku tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar biografi. Ia menjadi dokumentasi tentang bagaimana seseorang memperjuangkan sebuah warisan budaya, bagaimana SANDIMA tumbuh melalui proses panjang, dan bagaimana nilai-nilai kebudayaan berusaha diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dengan terbitnya HAKI, karya Rachmawati yang mengangkat perjalanan Bapak Elansyah tersebut kini memiliki pijakan perlindungan yang semakin kuat.

Dari perjalanan hidup Elansyah, Rachmawati menuliskan sebuah cerita.
Dari cerita itu, lahirlah buku.
Dan dari buku-buku tersebut, jejak pengabdian seorang pelestari dapat terus dikenang.

SANDIMA bukan hanya sebuah panggung. Ia adalah perjalanan, pengabdian, dan warisan yang terus dihidupkan.

QRBN Bukti Terbit Buku oleh TBM Iqro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar