20260711174302surat Keterangan Tbm Iqro (1) by TBM Iqro
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo Sahabat Glissando! π
Dengan penuh sukacita, kami mengundang Bapak/Ibu, keluarga, sahabat, dan pecinta musik untuk hadir dalam acara:
πΆ Salur Suara #8
Setahun Berkarya dan Berprestasi
π Jumat, 31 Juli 2026
π Pukul 16.00 – 22.00 WITA
π Temindung Creative Hub, Samarinda
Mari saksikan penampilan istimewa dari seluruh siswa Glissando Music Course Samarinda yang telah berlatih dan berkarya dengan penuh semangat.
✨ Special Performances:
π€ MC: Caryn & Kevin
Kehadiran Bapak/Ibu, keluarga, dan sahabat akan menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus berkarya dan berprestasi.
Gratis dan terbuka untuk umum.
Mari ramaikan dan berikan apresiasi untuk talenta-talenta muda Samarinda! πΌπ΅
Salam Musik,
Glissando Music Course Samarinda πΉπΈ
Samarinda – Suasana hangat dan penuh nuansa budaya mewarnai pembukaan kegiatan Transformasi Digital BPD Naik Kelas bertema "Penguatan Fungsi Pengawasan, Aspirasi, dan Tata Kelola Desa" yang diselenggarakan di Hotel Aston Samarinda. Sebelum rangkaian acara resmi dimulai, musisi tradisional Kalimantan Timur Opit Sape mendapat kehormatan untuk mengisi musik pembuka dengan membawakan lima lagu tradisional Dayak menggunakan alat musik sape, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Selama kurang lebih tiga puluh menit, petikan sape yang khas mengalun menyambut kedatangan para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Alunan musik tradisional tersebut berhasil menciptakan suasana yang khidmat, memberikan ruang bagi peserta untuk menikmati kekayaan seni budaya Dayak sebelum mengikuti materi mengenai transformasi digital dan penguatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Penampilan Opit Sape tidak sekadar menjadi pembuka hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Sape merupakan alat musik petik tradisional masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kalimantan. Kini, sape tidak hanya dimainkan dalam upacara adat, tetapi juga hadir dalam berbagai forum pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan nasional sebagai simbol pelestarian budaya lokal.
Alunan musik sape, alat musik tradisional khas Dayak Kalimantan, membuka rangkaian Workshop Pendidikan dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh makna. Penampilan pemain sape menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para peserta yang hadir dari berbagai kalangan pendidikan yang mengikuti WORKSHOP PENDIDIKAN dengan tema Transformasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, melalui Komisi X DPR RI (Ketua Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP)
Dengan mengenakan atribut panggung khas Dayak, Opit Sape membawakan lantunan musik yang lembut dan menenangkan dengan judul lagu Asa by Angkasa Irwansyah. Irama khas sape berhasil menciptakan suasana yang akrab, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan.
Penampilan Opit Sape menjadi pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Kalimantan sejak para tamu mulai memasuki ruang seminar. Petikan sape yang lembut dan penuh penghayatan mengiringi penyambutan para undangan, narasumber, serta peserta, menciptakan atmosfer yang hangat dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.
Kehadiran musik sape pada pembukaan kegiatan bukan sekadar hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya Nusantara. Melalui setiap petikan senar, Opit Sape mengajak para hadirin untuk merasakan kekayaan seni tradisional Dayak yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kalimantan.