Video Profil TBM Iqro Lempake

Translate

Kotak Penelusuran

Sabtu, 05 September 2026

Queena Tampilkan Tari Gong Dayak Kenyah di Acara Pernikahan Mas Ryan dan Mbak Ericha

Samarinda – Suasana pernikahan Mas Ryan dan Mbak Ericha semakin meriah dengan penampilan Queena yang membawakan Tari Gong dari Suku Dayak Kenyah. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya tradisional Kalimantan.

Tari Gong merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Dayak Kenyah yang memiliki ciri khas berupa gerakan lembut, anggun, dan penuh makna. Dalam pertunjukannya, penari mengikuti irama musik tradisional sambil menampilkan gerakan tangan dan tubuh yang khas.

Penampilan Queena tidak hanya menghibur para tamu undangan, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif tentang pentingnya mengenal dan melestarikan budaya daerah. Melalui generasi muda seperti Queena, seni tradisional diharapkan tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Jumat, 04 September 2026

Pemberitaan Media

Sumber :

Petikan Sape "Opit Sape" Hadir di Rumah Sakit, Kenalkan Budaya Kalimantan kepada Masyarakat

SAMARINDA, 4 September 2026 — Hari Pelanggan Nasional tahun ini menjadi momentum istimewa di Rumah Sakit Mulya Medika. Pada Jumat (4/9), Opit Sape mendapat undangan untuk menghadirkan alunan musik tradisional sape di tengah suasana rumah sakit.

Petikan sape dari Opit Sape yang lembut menghadirkan nuansa berbeda bagi pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan. Musik tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak mengenal sape, alat musik tradisional masyarakat Dayak yang dimainkan dengan cara dipetik. Dari sebuah petikan sederhana, tersimpan cerita tentang identitas, tradisi, dan warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

Rabu, 02 September 2026

REKAM JEJAK YANG KELAK MENJADI CERITA


Ada kegiatan yang hari ini mungkin terasa sederhana.

Ada pertemuan yang mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Ada tawa, kerja keras, kebersamaan, dan perjuangan yang mungkin kita anggap sebagai bagian biasa dari perjalanan.

Namun, waktu punya cara sendiri untuk mengubah semuanya menjadi kenangan.

Sebuah foto bisa membawa kita kembali pada sebuah masa.
Sebuah video bisa menghadirkan kembali suara dan suasana yang pernah ada.
Sebuah tulisan dapat mengingatkan kita pada orang-orang yang pernah berjuang bersama.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh sebuah dokumentasi.

Dokumentasi bukan sekadar menyimpan gambar, tetapi menyimpan cerita.

Hari ini kita mungkin sedang menciptakan sebuah kegiatan.
Esok, kegiatan itu menjadi kenangan.
Dan suatu hari nanti, rekam jejaknya bisa menjadi bagian dari sejarah yang diceritakan kepada generasi berikutnya.

Mereka mungkin tidak berada di sana ketika semuanya terjadi. Mereka tidak melihat bagaimana perjuangan itu dimulai, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana prosesnya berlangsung.

Tetapi melalui foto, video, tulisan, dan arsip yang kita tinggalkan, mereka masih bisa mengenal cerita itu.

Maka, abadikanlah setiap langkah.
Catatlah setiap perjalanan.
Dokumentasikan setiap kegiatan.

Bukan karena ingin terlihat hebat, tetapi karena kita tidak pernah tahu seberapa berharga sebuah kenangan di masa yang akan datang.

Waktu akan berlalu. Orang-orang akan berubah. Banyak hal akan terlupakan. Namun, rekam jejak yang kita tinggalkan akan tetap bercerita.

Dan kelak, apa yang kita dokumentasikan hari ini bukan lagi sekadar foto atau catatan kegiatan.

Ia akan menjadi cerita.
Ia akan menjadi kenangan.
Ia akan menjadi jejak yang tetap abadi.

Selasa, 01 September 2026

Athasya Zaimatul Failin Raih Juara 3 Lomba Mendongeng Semarak PGSD 2026

 

SAMARINDA – Prestasi membanggakan kembali diraih Ananda Athasya Zaimatul Failin, yang akrab disapa Tasya, dengan meraih Juara 3 Lomba Mendongeng dalam kegiatan Semarak PGSD 2026. Piala, Sertifikat dan uang pembinaan di serahlan hari ini Selasa 01 September 2026.

Kompetisi mendongeng tersebut mengusung tema “Melestarikan Kearifan Lokal Kalimantan Timur Lewat Cerita Dongeng” dan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Aula Bangeris FKIP Universitas Mulawarman.

Dalam perlombaan ini, Tasya menunjukkan kemampuan mendongeng dengan penuh percaya diri. Penampilannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Kalimantan Timur melalui cerita dongeng.

Senin, 31 Agustus 2026

Relima Kunjungi TBM Iqro Lempake, Perkuat Gerakan Literasi Masyarakat

Relawan Literasi Masyarakat (Relima) melakukan kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iqro Lempake sebagai bagian dari upaya pendampingan, penguatan layanan, dan optimalisasi peran TBM sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan TBM sekaligus mendorong hadirnya kegiatan literasi yang edukatif dan berkelanjutan. Relima memberikan pendampingan dalam meningkatkan kecakapan literasi masyarakat, termasuk mendorong kegiatan membaca, edukasi, dongeng, serta membaca nyaring.

Minggu, 30 Agustus 2026

Opit Sape bersama Band Hitam Putih Meriahkan Pembukaan Kaltim Leader Forum 2026


Opit Sape bersama Band Hitam Putih dipercaya mengisi penampilan musik pembuka dalam kegiatan Kaltim Leader Forum 2026 yang berlangsung di Kalimantan Timur. Kehadiran mereka memberikan nuansa berbeda sekaligus memperkuat sentuhan budaya lokal dalam pembukaan forum yang mempertemukan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Sarifah Suraidah Rudy Mas’ud, Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani, serta CEO sekaligus Co-Founder CIAS, Indrawan Nugroho, yang hadir sebagai narasumber.

Najwa, Via, dan Refa Meriahkan Syukuran HUT RI ke-81 di RT 38 Lempake

Lempake – Suasana syukuran peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di RT 38 Lempake semakin meriah dengan penampilan Tari Mappadendang yang dibawakan oleh Najwa, Via, dan Refa. Penampilan ketiganya menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Tari Mappadendang merupakan kesenian tradisional masyarakat Bugis yang berkaitan dengan tradisi menumbuk padi secara bersama-sama. Kesenian ini menggambarkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas hasil panen.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Opit Sape Iringi Penampilan King Nassar di 5K Run & Walk IKN


Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan olahraga 5K Run & Walk pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung slogan “Berlari untuk Sehat, Bergerak untuk Kaltim!”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga hiburan bagi para peserta.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah aksi panggung King Nassar pada malam hari. Dalam penampilannya, King Nassar membawakan 11 lagu bersama Band Hitam Putih, dengan iringan khas alat musik tradisional Kalimantan Timur, sape, yang dimainkan oleh Opit Sape.

Perpaduan musik dangdut dan sentuhan bunyi sape memberikan warna berbeda dalam pertunjukan tersebut. Alunan sape turut memperkuat nuansa budaya lokal di tengah kemeriahan acara.