Samarinda – Suasana hangat dan penuh nuansa budaya mewarnai pembukaan kegiatan Transformasi Digital BPD Naik Kelas bertema "Penguatan Fungsi Pengawasan, Aspirasi, dan Tata Kelola Desa" yang diselenggarakan di Hotel Aston Samarinda. Sebelum rangkaian acara resmi dimulai, musisi tradisional Kalimantan Timur Opit Sape mendapat kehormatan untuk mengisi musik pembuka dengan membawakan lima lagu tradisional Dayak menggunakan alat musik sape, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Selama kurang lebih tiga puluh menit, petikan sape yang khas mengalun menyambut kedatangan para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Alunan musik tradisional tersebut berhasil menciptakan suasana yang khidmat, memberikan ruang bagi peserta untuk menikmati kekayaan seni budaya Dayak sebelum mengikuti materi mengenai transformasi digital dan penguatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Penampilan Opit Sape tidak sekadar menjadi pembuka hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Sape merupakan alat musik petik tradisional masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kalimantan. Kini, sape tidak hanya dimainkan dalam upacara adat, tetapi juga hadir dalam berbagai forum pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan nasional sebagai simbol pelestarian budaya lokal.




.png)
