Video Profil TBM Iqro Lempake

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kotak Penelusuran

Kamis, 25 Juni 2026

Pemain Sape Dayak Meriahkan Pembukaan Workshop Pendidikan

 


Alunan musik sape, alat musik tradisional khas Dayak Kalimantan, membuka rangkaian Workshop Pendidikan dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh makna. Penampilan pemain sape menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para peserta yang hadir dari berbagai kalangan pendidikan yang mengikuti WORKSHOP PENDIDIKAN dengan tema Transformasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, melalui Komisi X DPR RI (Ketua Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP)

Dengan mengenakan atribut panggung khas Dayak, Opit Sape membawakan lantunan musik yang lembut dan menenangkan dengan judul lagu Asa by Angkasa Irwansyah. Irama khas sape berhasil menciptakan suasana yang akrab, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan.

Link Pemberitaan Media Terkait Pelaksanaan Seminar Budaya dan Bedah Buku Pengobatan Tradisional Minyak Waras

 

Link pemberitaan :


https://kaltimberdikari.com/kaltim/hetifah-minyak-waras-bukan-sekadar-pengobatan-tapi-warisan-budaya-bangsa/alexandriagp/2026/06/24/1734/

https://kaltimberdikari.com/kaltim/bedah-buku-minyak-waras-borneo-dpk-kaltim-lestarikan-pengetahuan-tradisional/alexandriagp/2026/06/24/1739/

https://kaltimberdikari.com/kaltim/minyak-waras-menuju-wbtb-seminar-budaya-disambut-antusias-masyarakat/alexandriagp/2026/06/24/1745/

https://kaltimberdikari.com/kaltim/minyak-waras-menuju-pengakuan-warisan-budaya-indonesia/alexandriagp/2026/06/24/1749/

https://kaltimmeganews.com/nasional/bedah-buku-minyak-waras-dorong-pelestarian-budaya/

https://mediakaltim.com/kemenbud-dan-komisi-x-dpr-ri-dorong-minyak-waras-jadi-warisan-budaya-takbenda-indonesia/

https://www.pilarberita.co.id/berita/kearifan-lokal-kaltim-menggema-minyak-waras-didorong-menjadi-warisan-mendunia

https://tbm1qro.blogspot.com/2026/06/seminar-budaya-jejak-pengobatan.html

https://radarmedia.id/kementerian-kebudayaan-dan-komisi-x-dpr-ri-dorong-minyak-waras-jadi-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/

Rabu, 24 Juni 2026

Seminar Budaya "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras", Menguatkan Literasi dan Pelestarian Warisan Budaya Kalimantan


Samarinda, Rabu (24 Juni 2026) – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Komisi X DPR RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Seminar Budaya dan Bedah Buku "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras" dengan mengangkat tema "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras sebagai Warisan Pengetahuan dan Harapan Lokal Masyarakat Kalimantan Timur." Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus forum kolaborasi dalam memperkuat pelestarian Warisan Budaya Takbenda melalui pendekatan literasi, dokumentasi, dan dialog budaya.

Seminar yang berlangsung di Aula Oemar Dahlan, DPK Provinsi Kalimantan Timur tersebut dihadiri oleh pegiat budaya, akademisi, komunitas literasi, mahasiswa, pemerhati budaya, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian kearifan lokal. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan mewariskan pengetahuan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Opit Sape Buka Seminar Budaya "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras"


Alunan merdu alat musik tradisional sape membuka rangkaian Seminar Budaya dan Bedah Buku "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras: Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya" yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur.

Penampilan Opit Sape menjadi pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Kalimantan sejak para tamu mulai memasuki ruang seminar. Petikan sape yang lembut dan penuh penghayatan mengiringi penyambutan para undangan, narasumber, serta peserta, menciptakan atmosfer yang hangat dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Kehadiran musik sape pada pembukaan kegiatan bukan sekadar hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya Nusantara. Melalui setiap petikan senar, Opit Sape mengajak para hadirin untuk merasakan kekayaan seni tradisional Dayak yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kalimantan.

Video kegiatan Seminar Budaya dan Bedah Buku Pengobatan Tradisonal Minyak Waras Kai Ahim

Senin, 22 Juni 2026

📢 UNDANGAN SEMINAR BUDAYA & BEDAH BUKU 📚✨

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam budaya! 🙏

Kami mengundang Bapak/Ibu, Sahabat Literasi, Pegiat Budaya, Akademisi, Mahasiswa, Pelajar, dan masyarakat umum untuk hadir dalam kegiatan:

🏛️ SEMINAR BUDAYA DAN BEDAH BUKU

"Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras"

📝 Tema: "Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya"


📅 Rabu, 24 Juni 2026
⏰ 08.00 – 13.00 WITA
📍 Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda 1, Samarinda

Sambutan :
✅ Dr. Ir. Hj. Lisa Hasliana, M.Si. (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur)

🎤 Keynote Speaker   :  Dr. Ir. Hj. Hetifah Sjaifudian, M.P.P.b  (Ketua Komisi X DPR RI)

👥 Narasumber
✅ Hj. Titik Lestari, S.Si., M.P. (Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara)
✅ Kai Ahim  (Maestro Pengobatan Tradisional dan Pembuat Minyak Waras)
✅ Rachmawati  (Penulis Buku Minyak Waras Borneo Kai Ahim)


🎁 Peserta akan mendapatkan:
📖 1 buku gratis
📜 E-Sertifikat
☕ Kudapan & makan siang
🤝 Relasi dan wawasan baru

💯 GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM (Quota Terbatas 100 peserta, Jika Kuota Terpenuhi Pendaftaran otomatis akan tertutup)

🔗 Pendaftaran : https://forms.gle/4v1rQvEDuXSUk276A

Mari bersama mengenal, mendokumentasikan, dan melestarikan pengetahuan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Mohon bantuannya untuk menyebarluaskan informasi ini kepada rekan, keluarga, dan jaringan Bapak/Ibu.

Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

#SeminarBudaya #MinyakWaras #WarisanBudaya #PemajuanKebudayaan #LiterasiBudaya #KalimantanTimur #KomisiXDPRRI #KementerianKebudayaanRI #TBMIqro

 

Minggu, 21 Juni 2026

Anak-Anak TBM Iqro Lempake Aktif Belajar, Bermain, dan Berkarya Melalui Kegiatan Rutin

TBM Iqro Lempake kembali melaksanakan kegiatan rutin yang diikuti oleh anak-anak binaan dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung pengembangan karakter, kreativitas, dan minat baca anak-anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan latihan tari bersama yang menjadi wadah bagi peserta untuk mengenal dan melestarikan berbagai tarian daerah Nusantara. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, anak-anak tidak hanya belajar gerakan tari, tetapi juga melatih disiplin, kekompakan, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Senin, 15 Juni 2026

35 Guru SDIT Istiqomah Balikpapan Siap Terbitkan Buku Cergam Adab Hasil Workshop Menulis

 

Balikpapan – Sebanyak 35 guru SDIT Istiqomah Balikpapan mengikuti kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) dan Workshop Menulis Cerita Bergambar (Cergam) Anak yang menghadirkan narasumber literasi, Ibu Rachmawati. Kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya 35 buku cergam yang mengangkat berbagai tema adab Islami untuk anak-anak.

Workshop yang berlangsung secara interaktif tersebut disambut dengan antusias tinggi oleh seluruh peserta. Sejak awal kegiatan, para guru menunjukkan semangat untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik dibaca, tetapi juga sarat nilai karakter dan pendidikan adab.

Dalam workshop ini, setiap peserta menyusun satu buku cergam dengan judul dan pesan adab yang berbeda. Meski mengangkat tema yang beragam, seluruh buku menggunakan dua tokoh utama yang sama, yaitu Shafiyah dan Ismail, sehingga tercipta kesinambungan karakter dalam seluruh seri cerita yang akan diterbitkan.

Ibu Rachmawati memandu peserta menulis dengan pendekatan praktik langsung dan memanfaatkan berbagai teknologi pendukung proses kreatif. Peserta diajak menyusun ide, merancang alur cerita, mengembangkan karakter, hingga menghasilkan ilustrasi yang sesuai dengan isi cerita.