Dengan balutan busana adat yang penuh warna dan gerakan yang kompak, para penari cilik berhasil memukau para tamu undangan, dewan juri, finalis, dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan mereka menjadi simbol bahwa generasi muda mampu melestarikan budaya sekaligus menginspirasi sesama untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan yang positif dan kreatif.
Selain tarian pembuka, kemeriahan acara semakin lengkap dengan pertunjukan musik Sape yang dibawakan oleh Opit Sape. Musisi muda tersebut menyuguhkan dua lagu, yakni lagu tradisional "Tradisi" yang sarat dengan nuansa budaya Dayak, kemudian dilanjutkan dengan sebuah lagu pop yang diaransemen menggunakan alunan Sape sehingga terdengar unik, modern, dan tetap berakar pada budaya lokal.
Kolaborasi seni tari dan musik tradisional ini mendapat apresiasi hangat dari para penonton. Kehadiran TBM Iqro Lempake dan Opit Sape membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kampanye hidup sehat, kreatif, dan bebas narkoba, sejalan dengan semangat "Muda Berdaya, Tanpa Narkoba."












Tidak ada komentar:
Posting Komentar