![]() |
| dokumentasi saat ibu Hetifah ke TBM Iqro Lempake |
Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya mengelola sebuah Taman Baca di daerah. Setiap hari kami berusaha membuat masyarakat punya tempat untuk membaca, belajar, dan berkegiatan. Dalam perjalanan itu, saya mengenal Ibu Hetifah Sjaifudian.
Saya melihat sendiri bagaimana Ibu Hetifah mau mendengar cerita dan kebutuhan kami. Beliau tidak hanya datang untuk bertemu, tetapi juga memperhatikan hal-hal kecil yang kami sampaikan.
Beberapa kegiatan di Taman Baca kami juga pernah mendapat dukungan dari Ibu Hetifah. Bagi kami, dukungan itu sangat berarti. ngkin bagi sebagian orang, Taman Baca kami hanyalah kegiatan kecil. Kami juga bukan orang penting. Kami tidak punya jabatan dan tidak berada dalam kelompok politik mana pun. Tapi Ibu Hetifah tetap mau memperhatikan dan mendukung kami. Itulah yang membuat saya merasa dekat dengan beliau.
Saya juga melihat bagaimana beliau memberi perhatian kepada masyarakat di Kalimantan Timur. Beliau mau mendengar, mau bertemu, dan mau membantu sebisa beliau.
Karena itu, ketika mendengar adanya pergantian di Komisi X DPR RI, saya merasa sedih dan kehilangan
Bagi saya, pergantian itu bukan hanya soal pergantian jabatan. Kami kehilangan sosok yang selama ini mau mendengar dan melihat langsung apa yang terjadi di masyarakat.
Saya tidak menulis ini sebagai seorang politisi. Saya juga tidak membawa kepentingan siapa pun. Saya menulis sebagai pengelola Taman Baca yang pernah merasakan langsung perhatian dan dukungan Ibu Hetifah.
Bagi saya, seorang wakil rakyat bukan hanya yang berbicara di gedung DPR. Tetapi juga yang mau turun, mendengar masyarakat, dan peduli pada kegiatan kecil yang dilakukan masyarakat.
Taman Baca kami mungkin sederhana. Kegiatan kami mungkin tidak besar. Tapi dukungan dari Ibu Hetifah membuat kami merasa bahwa perjuangan kecil kami ternyata ada yang melihat dan menghargai.
Di mana pun nantinya Ibu Hetifah mengabdi, saya percaya kebaikan dan kerja nyata beliau akan tetap diingat oleh masyarakat yang pernah merasakannya. Saya adalah salah satunya.
Terima kasih, Ibu Hetifah, karena sudah melihat, mendengar, dan mendukung perjuangan kecil kami di Taman Baca.
Semoga Ibu terus menjadi bagian dari perjuangan masyarakat di Kalimantan Timur.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar