Workshop Regenerasi Kesenian Sandima Samarinda dalam rangka Program Raya Budaya Etam 2026 digelar Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan mengangkat tema “Digitalisasi, Regenerasi, dan Apresiasi Sandiwara Mamanda (SANDIMA) sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia”.
Workshop menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman untuk memperkuat keberlanjutan kesenian Sandima sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Koordinator Workshop Asmuran Gautama, S.H. dan Kepala Bidang Kebudayaan/Kepala Bidang Kegiatan, Dr. Barlin Hady Kesuma, M.Ed. Workshop kemudian dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby.
Peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain kebijakan program pemajuan kebudayaan dalam rangka menjaga warisan budaya takbenda, sejarah Mamanda di Kalimantan Timur, serta peran tokoh, alur cerita, dan atribut dalam permainan Sandima Mamanda.
Kegiatan juga membahas improvisasi dialog, humor tradisional, dan penulisan naskah Sandima. Melalui workshop ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami sejarah dan nilai Sandima, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dalam pelestariannya melalui berbagai media.
Workshop ditutup dengan refleksi dan tanya jawab, menjadi momentum untuk mendorong regenerasi pelaku serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap Sandima sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Timur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar