Aplikasi tersebut tidak sekadar mencatat kehadiran. Di dalamnya tersedia fitur resensi buku melalui kegiatan Ulat Buku dan LEMPER, pembuatan kartu anggota secara otomatis, serta EduGame yang menghadirkan pengalaman belajar lebih menyenangkan. Fitur-fitur ini dirancang untuk mendorong anak-anak membaca, berpikir kritis, mengekspresikan pendapat, dan belajar sambil bermain. Teknologi pun menjadi sarana memperkuat budaya literasi, bukan sekadar hiburan.
Ada hal istimewa lainnya. Anak-anak TBM Iqro dipersiapkan untuk menampilkan pertunjukan dalam rangka menyambut kawan-kawan relawan literasi dari seluruh Nusantara pada agenda nasional Temu Pegiat TBM Tahun 2026. Persiapan ini menjadi ruang belajar tentang seni, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Rasa syukur semakin lengkap karena para orang tua bersedia terlibat mendukung kegiatan secara sukarela, tanpa bayaran. Kolaborasi anak, orang tua, dan pegiat literasi ini membuktikan bahwa membangun budaya membaca membutuhkan kebersamaan. Dari Lempake, semangat literasi terus bertumbuh, merangkul teknologi, budaya, dan kepedulian untuk masa depan generasi Indonesia.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar