Video Profil TBM Iqro Lempake

Translate

Kotak Penelusuran

Kamis, 17 September 2026

Kunjungan Bunda Inge dan Direktur Mizan Publishing ke TBM Iqro Lempake

Foto Kiri April 2024, Kanan September 2026
Kebahagiaan menyelimuti keluarga Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iqro Lempake, Samarinda, saat mendapat kunjungan istimewa dari Bunda Inge, pendongeng asal Surabaya, dan Bunda Iswati, Direktur Mizan Publishing. Kunjungan tersebut ditemani Bunda Setiawati, pendongeng asal Samarinda.

Senang sudah pasti! Pertemuan ini terasa istimewa bagi Bunda Rachmawati karena sebelumnya telah bertemu Bunda Inge pada tahun 2024 dalam kegiatan TOT Pelatih Ahli Pustakawan Penggerak Berbasis Blended Learning: Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Hari Pertama yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI di Jakarta.

Alhamdulillah, hari ini Bunda Inge berkesempatan mampir ke TBM Iqro di sela-sela kegiatannya mengisi acara Gebyar Anugerah Festival Literasi Kaltim 2026 pada 17 September di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Kunjungan ini menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, dan menumbuhkan semangat dalam mengembangkan literasi. Semoga pertemuan hangat ini menjadi awal kolaborasi yang membawa manfaat bagi dunia literasi dan anak-anak Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Bunda Inge Ariani Safitri

Inge Ariani Safitri, yang dikenal sebagai Bunda Inge/Kak Inge, pendongeng dan pendiri Kumpul Dongeng Surabaya. Yang menarik, kedekatannya dengan Teman Tuli memang merupakan bagian penting dari kiprahnya.

Siapa Inge Ariani?

Inge Ariani Safitri adalah pendongeng yang aktif mengembangkan kegiatan literasi dan dunia anak. Ia dikenal sebagai pendiri Kumpul Dongeng Surabaya, komunitas yang berdiri sejak 2015. Kecintaannya terhadap anak, cerita, dan lagu menjadi bagian dari perjalanan kepengarangannya. Dalam mendongeng, salah satu ciri khasnya adalah “ceritakan lagu dan lagukan cerita”, yaitu memadukan cerita dengan lagu yang ramah anak. Repositori Kemendikdasmen

Ia juga pernah menjadi pengajar di playgroup dan mulai mendongeng untuk anak-anak sejak sekitar 2012. Baginya, dongeng bukan hanya hiburan, tetapi sarana menyampaikan nilai dan mempererat hubungan antara orang dewasa dengan anak. Harian Disway

Kedekatan dengan anak-anak Tuli

Bagian ini yang sangat menarik. Inge dan komunitasnya secara aktif mengembangkan dongeng yang inklusif bagi Teman Tuli. Setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia dongeng, Inge ingin agar cerita juga dapat diakses oleh anak-anak Tuli. Salah satu langkahnya adalah membuat kelas 10 pertemuan untuk belajar bahasa isyarat, sebagai pintu masuk Kumpul Dongeng Surabaya ke dunia dongeng untuk Teman Tuli. Kaltara Network

Kegiatan mereka kemudian berkembang. Pada perayaan Hari Anak Nasional 2023, Kumpul Dongeng bersama komunitas Tuli, termasuk Tatuli dan TIBA, menyelenggarakan kegiatan yang lebih inklusif, termasuk Lomba Dongeng Isyarat bagi anak dan remaja Tuli. Inge menyampaikan gagasan bahwa Teman Tuli memiliki potensi dan perlu memperoleh ruang untuk berkarya serta menunjukkan kemampuan mereka secara setara. Ibenews

Tidak hanya mendongeng, tetapi membuka akses

Kiprah Inge dengan Teman Tuli juga terlihat pada kegiatan menonton film bersama. Pada 2025, Kumpul Dongeng mengajak Teman Tuli menonton film Jumbo. Inge menyoroti pentingnya subtitle Bahasa Indonesia agar karya film anak dapat dinikmati bersama oleh Teman Tuli dan Teman Dengar. https://sheradiofm.com

Pada 2026, keterlibatan tersebut kembali terlihat dalam kegiatan nonton bersama film Na Willa. Inge menyampaikan bahwa Teman Tuli juga membutuhkan akses terhadap karya seni seperti film anak, dan bahwa kegiatan tersebut dapat dinikmati bersama oleh Teman Tuli maupun Teman Dengar. Harian Disway

Bahkan pada Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025 di Surabaya, Inge tercatat sebagai salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang dari komunitas Tuli dan orang tua yang tertarik mempelajari bahasa isyarat. Balaibahasajatim

Karya dan kiprah literasinya

Inge juga merupakan penulis cerita anak. Ceritanya “Kue Apam Danang” lolos dalam seleksi Gerakan Literasi Nasional 2021. Dalam karya-karyanya, ia kerap memasukkan unsur lagu, bahkan buku tersebut dilengkapi QR Code yang menghubungkan pembaca dengan lagu ciptaannya. Badan Bahasa

Pada Festival Dongeng Surabaya 2025, Inge sebagai Founder Kumpul Dongeng turut terlibat dalam peluncuran 14 buku dongeng anak bertema STEAM. Festival tersebut juga menghadirkan kegiatan menyanyi dengan bahasa isyarat. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar