![]() |
| Foto Kiri April 2024, Kanan September 2026 |
Senang sudah pasti! Pertemuan ini terasa istimewa bagi Bunda Rachmawati karena sebelumnya telah bertemu Bunda Inge pada tahun 2024 dalam kegiatan TOT Pelatih Ahli Pustakawan Penggerak Berbasis Blended Learning: Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Hari Pertama yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI di Jakarta.
Alhamdulillah, hari ini Bunda Inge berkesempatan mampir ke TBM Iqro di sela-sela kegiatannya mengisi acara Gebyar Anugerah Festival Literasi Kaltim 2026 pada 17 September di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Kunjungan ini menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, dan menumbuhkan semangat dalam mengembangkan literasi. Semoga pertemuan hangat ini menjadi awal kolaborasi yang membawa manfaat bagi dunia literasi dan anak-anak Indonesia.
Siapa Inge Ariani?
Inge Ariani Safitri adalah pendongeng yang aktif mengembangkan kegiatan literasi dan dunia anak. Ia dikenal sebagai pendiri Kumpul Dongeng Surabaya, komunitas yang berdiri sejak 2015. Kecintaannya terhadap anak, cerita, dan lagu menjadi bagian dari perjalanan kepengarangannya. Dalam mendongeng, salah satu ciri khasnya adalah “ceritakan lagu dan lagukan cerita”, yaitu memadukan cerita dengan lagu yang ramah anak. Repositori Kemendikdasmen
Ia juga pernah menjadi pengajar di playgroup dan mulai mendongeng untuk anak-anak sejak sekitar 2012. Baginya, dongeng bukan hanya hiburan, tetapi sarana menyampaikan nilai dan mempererat hubungan antara orang dewasa dengan anak. Harian Disway
Kedekatan dengan anak-anak Tuli
Bagian ini yang sangat menarik. Inge dan komunitasnya secara aktif mengembangkan dongeng yang inklusif bagi Teman Tuli. Setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia dongeng, Inge ingin agar cerita juga dapat diakses oleh anak-anak Tuli. Salah satu langkahnya adalah membuat kelas 10 pertemuan untuk belajar bahasa isyarat, sebagai pintu masuk Kumpul Dongeng Surabaya ke dunia dongeng untuk Teman Tuli. Kaltara Network
Kegiatan mereka kemudian berkembang. Pada perayaan Hari Anak Nasional 2023, Kumpul Dongeng bersama komunitas Tuli, termasuk Tatuli dan TIBA, menyelenggarakan kegiatan yang lebih inklusif, termasuk Lomba Dongeng Isyarat bagi anak dan remaja Tuli. Inge menyampaikan gagasan bahwa Teman Tuli memiliki potensi dan perlu memperoleh ruang untuk berkarya serta menunjukkan kemampuan mereka secara setara. Ibenews
Tidak hanya mendongeng, tetapi membuka akses
Kiprah Inge dengan Teman Tuli juga terlihat pada kegiatan menonton film bersama. Pada 2025, Kumpul Dongeng mengajak Teman Tuli menonton film Jumbo. Inge menyoroti pentingnya subtitle Bahasa Indonesia agar karya film anak dapat dinikmati bersama oleh Teman Tuli dan Teman Dengar. https://sheradiofm.com
Pada 2026, keterlibatan tersebut kembali terlihat dalam kegiatan nonton bersama film Na Willa. Inge menyampaikan bahwa Teman Tuli juga membutuhkan akses terhadap karya seni seperti film anak, dan bahwa kegiatan tersebut dapat dinikmati bersama oleh Teman Tuli maupun Teman Dengar. Harian Disway
Bahkan pada Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025 di Surabaya, Inge tercatat sebagai salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang dari komunitas Tuli dan orang tua yang tertarik mempelajari bahasa isyarat. Balaibahasajatim
Karya dan kiprah literasinya
Inge juga merupakan penulis cerita anak. Ceritanya “Kue Apam Danang” lolos dalam seleksi Gerakan Literasi Nasional 2021. Dalam karya-karyanya, ia kerap memasukkan unsur lagu, bahkan buku tersebut dilengkapi QR Code yang menghubungkan pembaca dengan lagu ciptaannya. Badan Bahasa
Pada Festival Dongeng Surabaya 2025, Inge sebagai Founder Kumpul Dongeng turut terlibat dalam peluncuran 14 buku dongeng anak bertema STEAM. Festival tersebut juga menghadirkan kegiatan menyanyi dengan bahasa isyarat.



.jpeg)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar