Video Profil TBM Iqro Lempake

Translate

Kotak Penelusuran

Senin, 21 September 2026

Ancek Mala: Merawat Tradisi Anyaman Urung Ketupat Sejak 1994

Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, masih ada tangan-tangan terampil yang setia menjaga keterampilan tradisional agar tetap hidup. Salah satunya adalah Ancek Mala, seorang pengrajin urung ketupat (kulit ketupat) berusia 54 tahun yang telah menggeluti usaha tersebut sejak 1994.

Selama lebih dari tiga dekade, Ancek Mala menjalani kesehariannya dengan penuh ketekunan. Dari memilih dan menyiapkan bahan, mengolah lidi atau janur, hingga menganyamnya menjadi urung ketupat yang siap digunakan, setiap proses membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan tangan yang tidak diperoleh dalam waktu singkat.

Bagi Ancek Mala, membuat urung ketupat bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Aktivitas ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Dari hari ke hari, ia terus mempertahankan keterampilan yang telah ditekuni sejak muda, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan urung ketupat untuk berbagai keperluan, khususnya menjelang momen-momen tertentu ketika permintaan meningkat.

Perjalanan Ancek Mala juga memperlihatkan bagaimana sebuah usaha sederhana dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus menyimpan cerita tentang ketekunan, kemandirian, dan keberlangsungan tradisi.

Melalui perbincangan yang dilakukan, muncul sebuah harapan besar: kisah perjalanan Ancek Mala tidak berhenti sebagai cerita dalam sebuah pertemuan, tetapi dapat diwujudkan menjadi sebuah buku. Buku tersebut nantinya diharapkan mampu mengupas lebih dalam keseharian Ancek Mala, perjalanan usahanya sejak 1994, proses pembuatan urung ketupat, suka duka yang dialami, hingga nilai-nilai kehidupan yang ia dapatkan selama puluhan tahun menekuni pekerjaan ini.

Sebab, di balik setiap anyaman urung ketupat, ada cerita tentang tangan yang bekerja, waktu yang dilalui, dan kehidupan seorang perempuan yang memilih untuk terus bertahan dengan keterampilan yang dimilikinya. Kisah Ancek Mala adalah bagian kecil dari cerita besar tentang masyarakat, tradisi, dan kerja keras yang layak untuk didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar