Dalam kegiatan tersebut, anak-anak TBM Iqro membawakan tiga tarian daerah, yaitu Tari Tanduk Majeng yang ditampilkan oleh enam anak, Tari Janger Bali oleh dua anak, serta Tari Begawe Nyapat Taon yang dibawakan oleh enam anak. Setiap penampilan menghadirkan karakter gerak dan kekhasan budaya daerah yang berbeda, mencerminkan keberagaman tradisi Nusantara.
Keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter melalui seni. Proses latihan dan penampilan di hadapan publik membantu anak belajar bekerja sama, menjaga kekompakan, melatih kedisiplinan, serta menghargai teman dan budaya daerah lain.
Bagi TBM Iqro, kegiatan ini memperluas makna literasi yang tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi budaya. Anak-anak diajak belajar mengenali identitas bangsa melalui gerak, musik, dan seni pertunjukan.
Melalui panggung ini, TBM Iqro berharap anak-anak semakin berani mengembangkan potensi diri, mencintai warisan budaya Indonesia, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa taman bacaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan melalui perpaduan literasi, seni, dan pengalaman nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar