Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mencari, menerima, dan menggunakan informasi. Kehadiran internet dan kecerdasan buatan (AI) memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, namun sekaligus menghadirkan tantangan berupa banjir informasi dan potensi disinformasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Mengusung tema “Transformasi Literasi Informasi: Menjawab Tantangan Kecerdasan AI dan Disinformasi di Era Digital,” kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang perpustakaan, informasi, akademik, serta pengembangan kebijakan perpustakaan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi informasi sebagai keterampilan menghadapi perkembangan teknologi. Materi pertama disampaikan Prof. Sulistyo Basuki, Ph.D., Guru Besar Ilmu Perpustakaan Indonesia, melalui topik “Pengantar Literasi Informasi di Era Kecerdasan AI.” Peserta diajak memahami perubahan perilaku dalam mencari informasi sekaligus pentingnya berpikir kritis terhadap informasi yang dihasilkan maupun disebarluaskan melalui teknologi AI.
Materi berikutnya disampaikan Muhammad Rosyihan Hendrawan, Ph.D. dari Universitas Brawijaya dengan topik “Strategi Penelusuran Sumber Informasi Terpercaya & Teknik Pemilihan Referensi.” Peserta memperoleh bekal untuk menelusuri sumber kredibel, membandingkan informasi, serta menentukan referensi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ir. Lisa Hasliana, M.Si., Kepala DPK Kaltim, menyampaikan materi “Kebijakan Pengembangan Perpustakaan di Era Digital.” Pembahasan menekankan pentingnya perpustakaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan masyarakat.
Bimtek ini menegaskan bahwa literasi informasi bukan sekadar kemampuan membaca. Lebih dari itu, literasi informasi mencakup kemampuan bertanya, menelusuri, memeriksa, menganalisis, dan menggunakan informasi secara bijak.
Di tengah pesatnya perkembangan AI dan derasnya arus informasi digital, kecakapan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Kalimantan Timur yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar