Video Profil TBM Iqro Lempake

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kotak Penelusuran

Selasa, 21 April 2026

Bedah Buku Mengenal Tradisi Kaltim dan Workshop Tari Jepen

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sebuah kegiatan literasi dan budaya bertajuk Bedah Buku dan Workshop Tari Jepen sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dra. Hj. Novarita, M.M. dan Rachmawati. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Kegiatan dilaksanakan di Aula Oemar Dahlan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, yang diikuti sebanyak 105 peserta, 6 Tamu Undangan, 3 Narasumber, 1 moderator, 4 penari, 1 Sape Player, 1 orang pembaca doa. Kegiatan ini disupport oleh LPDP melalui Dana Indonesiana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia, TBM Iqro dan Svara Etam.

Bedah buku menghadirkan pembahasan mendalam mengenai karya “Tari Jepen” yang mengupas sejarah, makna, serta nilai filosofis tarian khas pesisir Kalimantan Timur, Serta 13 Ragam Gerak Dasar Tari Jepen. Selain itu, buku “Mengenal Tradisi Kalimantan Timur serta Tarsul Warisan Budaya Tak Benda” turut memperkaya wawasan peserta tentang ragam budaya lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Para peserta yang terdiri dari pelajar, guru, dan pegiat literasi tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. 
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Lisa Hasliana, menyampaikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai medium, termasuk literasi dan seni pertunjukan. Ia menekankan bahwa tradisi tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga melalui buku dan karya seni.

“Tradisi dan budaya bisa diwariskan melalui buku kajian, tulisan, maupun tarian tradisional. Melalui bedah buku ini, masyarakat diajak memahami makna budaya secara lebih mendalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat kreativitas dan ruang kolaborasi berbasis inklusi sosial. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan perpustakaan mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur, Lestari, menyoroti pentingnya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya daerah menjadi bagian penting dalam membangun rasa cinta tanah air.

“Kita hidup di daerah yang majemuk. Membawa budaya asal itu baik, tetapi juga penting mencintai budaya lokal tempat kita tinggal,” tuturnya.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop Tari Jepen yang dipandu langsung oleh narasumber. Peserta diajak mempraktikkan gerakan dasar Tari Jepen yang sarat nilai budaya Melayu pesisir dan nuansa religius. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi praktik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya lokal Kalimantan Timur tidak hanya dikenal, tetapi juga terus dipelajari, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas bangsa.

Link Pemberitaan :





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar