Video Profil TBM Iqro Lempake

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kotak Penelusuran

Selasa, 07 Juli 2026

Opit Sape Hadirkan Harmoni Budaya Dayak pada Pembukaan Bimtek "BPD Naik Kelas" di Hotel Aston Samarinda

Samarinda – Suasana hangat dan penuh nuansa budaya mewarnai pembukaan kegiatan Transformasi Digital BPD Naik Kelas bertema "Penguatan Fungsi Pengawasan, Aspirasi, dan Tata Kelola Desa" yang diselenggarakan di Hotel Aston Samarinda. Sebelum rangkaian acara resmi dimulai, musisi tradisional Kalimantan Timur Opit Sape mendapat kehormatan untuk mengisi musik pembuka dengan membawakan lima lagu tradisional Dayak menggunakan alat musik sape, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Selama kurang lebih tiga puluh menit, petikan sape yang khas mengalun menyambut kedatangan para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Alunan musik tradisional tersebut berhasil menciptakan suasana yang khidmat, memberikan ruang bagi peserta untuk menikmati kekayaan seni budaya Dayak sebelum mengikuti materi mengenai transformasi digital dan penguatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Penampilan Opit Sape tidak sekadar menjadi pembuka hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Sape merupakan alat musik petik tradisional masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kalimantan. Kini, sape tidak hanya dimainkan dalam upacara adat, tetapi juga hadir dalam berbagai forum pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan nasional sebagai simbol pelestarian budaya lokal.

Melalui lima lagu tradisional yang dibawakannya, Opit Sape mengajak para peserta untuk mengenalkan nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Dayak. Harmoni musik yang lembut berpadu dengan nuansa modern penyelenggaraan kegiatan menunjukkan bahwa budaya dan teknologi dapat berjalan berdampingan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Kehadiran musik sape pada pembukaan kegiatan juga menjadi wujud dukungan terhadap upaya pelestarian budaya di tengah era transformasi digital. Sejalan dengan semangat "BPD Naik Kelas" , pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola desa yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai budaya daerah.

Opit Sape sendiri telah beberapa kali dipercaya mengisi pembukaan seminar, lokakarya, festival budaya, hingga kegiatan pemerintahan di Kalimantan Timur. Penampilannya konsisten mengusung misi memperkenalkan musik sape kepada masyarakat luas sekaligus menginspirasi generasi muda untuk melestarikan dan melestarikan warisan budaya Dayak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar