Pada kesempatan tersebut, Tasya membawakan cerita berjudul "Lempok Pisang Nenek Galuh", sebuah kisah yang mengangkat kearifan lokal Kalimantan Timur melalui tradisi mengolah hasil alam menjadi makanan khas yang bernilai budaya. Dengan penyampaian yang ekspresif, intonasi yang jelas, dan penghayatan yang kuat, Tasya berhasil menghadirkan cerita yang menarik serta sarat pesan tentang kerja keras, kebersamaan, dan pentingnya menjaga warisan budaya.
Prestasi ini menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sekaligus memperkuat identitas budaya. Melalui kegiatan bertutur, peserta tidak hanya belajar memahami isi bacaan, tetapi juga melatih keberanian, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri.Keberhasilan Tasya diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk gemar membaca, mencintai cerita rakyat, dan melestarikan budaya lokal. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan juga kemampuan memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap cerita kepada generasi penerus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar