Video Profil TBM Iqro Lempake

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kotak Penelusuran

Kamis, 21 September 2023

Tampil Menari Pada 1500 Peserta Flashmop Jepen Bagenjoh


Hari ini anak-anak ikut memeriahkan kegiatan Exotica Art And Culture Festival 2023, yang dilaksanakan di Taman Budaya Kalimantan Timur dari tanggal 21-23 September 2023, sebagai peserta 1500 Flash Mop Jepen Begenjoh. 

Yang seru dari kegiatan ini adalah seluruh peserta memgenakan baju batik dari sekolah masing-masing, bukti bahwa betapa budaya wajib dan harus diperkenalkan dengan mereka sebagai generasi penerus budaya Bangsa Indonesia tercinta ini.

Tampil mewakili TBM Iqro Lempake adalah:
1. Raina Zahra Ratifa Fakhrully 
2. Nadira Ilmi Rani
3. Yuanita Andine
4. Syarah Ade Nur Ahlina
5. Rachel Qathrina
6. Zaskia (Kio)
7. Felisya maulidya shary
8. Reny maylinda putri
9. Putri Reihana Alya Natamah

Terimakasih bunda Dwika dan Bunda Fatma yang selalu setia mendampingi disaat bunda Rachma dinas luar.

Berita Koran Kaltim Post Tentang Kemenangan Lomba Perpustakaan Sekolah Yang Di Kelola Bunda Rachma


Alhamdulillah pemberitaan terkait kemenangan pada penganugerahan lomba peningkatan literasi dan kepustakawanan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang telah diselenggarakan pada Selasa 19 September lalu di ruang Ruhui Rahayu kantor gubernur Kaltim. Halaman 4, Kolom Samarinda Metropolis Kaltimpost.co.id



Berikut isi berita Kaltim post 

Wisata Literasi Ke Perpustakaan Desa Cisarua Jawa Barat


Perpustakaan Kelurahan Cisarua ini berdiri pada tahun 2017 dan telah memiliki banyak program untuk masyarakat diantaranya kursus bahasa Inggris dan Prancis, termasuk kegiatan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Perpustakaan Desa ini berhasil meraih juara Nasional Lomba Perpustakaan Desa pada tahun 2019.

Pada perpustakaan ada 90 relawan dengan berbagai profesi yang memgabdikan diri untuk kemajuan masyarakat desa, baik dokter, dosen, guru, pustakawan dan profesi lainnya.

Pelajaran Bahasa Asing juga diterapkan di perpustakaan ini, yaotu Mandarin, Inggris, Prancis, Belanda dan Jerman. Saat penyambutan ada empat bahasa yang digunakan, bahasa Indonesia, Sunda, Mandarin dan Prancis.

Wisata Literasi Masjid Agung Sukabumi


Masjid tertua dan terbesar di Sukabumi ini merupakan saksi sejarah perjuangan warga menghadapi penjajahan. Dulunya, bangunan ini dijadikan markas atau pusat pertemuan pejuang untuk merumuskan strategi perang.

Diperkirakan masjid ini sudah berdiri sejak abad ke-19 dan menjadi satu-satunya masjid yang berdiri di tengah Kota Sukabumi hingga akhir abad ke-19.

Awalnya, Masjid Agung Sukabumi didirikan di atas tanah wakaf milik warga bernama Ahmad Juwaeni yang hingga sekarang terus mengalami perubahan.

Pada masa awal, bangunan Masjid Agung Sukabumi masih sederhana dengan atap tumpang dan memiliki satu menara. Di bagian depan masjid terdapat alun-alun dengan hamparan padang rumput yang menjadi tempat penggembalaan sapi. Namun, hewan-hewan tersebut kemudian dipindahkan ke bagian timur.

Selama berdirinya, Masjid Agung Sukabumi telah mengalami 6 kali renovasi yaitu pada 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan renovasi besar-besaran pada 2012 yang rampung setahun kemudian.

Perubahan arsitektur yang sangat dominan menjadikan masjid Agung Sukabumi terlihat megah dan modern. Namun bangunan telah kehilangan bentuk aslinya.

Dari kejauhan, Masjid Agung Sukabumi terlihat punya warna emas yang mendominasi kubah. Empat menaranya juga mendapatkan sentuhan warna emas di sisi bagian atas. Interior masjid seperti empat pilar besar, langit-langit, hingga mihrabnya juga memiliki warna yang sama.

Bangunan masjid yang baru ini didesain oleh pemenang sayembara desain masjid yakni artsitek asal Bandung Dedi Sudharmanwan. Saat ini bangunan masjid terlihat megah dengan kubah berwarna kuning keemasan.

Uniknya, ada ornament senjata khas Jabar yakni kujang di tiap menaranya. Hal ini menunjukkan perpaduan antara Islam denga budaya lokal.

Wisata Literasi ke Balaikota Sukabumi



Dari Lie Ek Tong Hingga Resesi Ekonomi

Bagi sebagian orang mungkin tidak pernah tahu sejarah dan dibalik gedung Balaikota Sukabumi dan pemerintahannya. Banyak keunikan yang terjadi pada awal mula terbentuknya kota yang kini dikenal dengan sebutan Kota Mochi tersebut. Tim Radar Sukabumi mencoba menelusuri sejarah tersebut dengan mengunjungi salah satu sejarawan yang kini bernaung di Yayasan Dapuran Kipahare.

Gedung Sekretariat Daerah Kota Sukabumi atau biasa disebut balaikota menjadi saksi bisu berjuta kisah di masa lalu, sedikitnya ada lima kisah menarik dibalik gedung peninggalan jaman penjajahan Belanda ini.

Ketua Yayasan Dapuran Kipahare Sukabumi, Irman Firmansyah menceritakan segelintir kisah dibalik megahnya gedung yang saat ini menjadi pusat pemerintah Kota Sukabumi.

Mulai dari, hampir dua puluh tahun Sukabumi tak punya balaikota, menyewa bangunan tua milik pengusaha Tionghoa hingga akhirnya bisa membeli bangunan dan rencana membangun gedung baru hingga selesainya pembangunan dan pembukaan gedung Balaikota Sukabumi.

Pada masa awal perubahan status Sukabumi menjadi gemeente pada 1 April 1914, pemerintah kota praja belum memiliki walikota dan kantor sendiri yang representatif.

Ketiadaan anggaran untuk sekretariat kota dan layanan teknis dari pemerintah pusat, membuat penyelenggara pemerintahan lokal harus mencari tumpangan bangunan yang ada di Kota Sukabumi.

Pada saat itu Dewan Kota menumpang di salah satu ruang di Afdelingsbank yang lokasinya sekarang di sekitar kantor Bank Mandiri dan melakukan rapat pertamanya pada 29 April 1914.

Penggunaan ruangan ini berlangsung selama sekira empat tahun hingga akhirnya dewan kota berkantor di sebuah gedung bekas sekolah di sebelah timur alun-alun (Mapolres Sukabumi Kota sekarang), sambil menunggu bangunan sendiri.

Ketiadaan balai kota ini hampir berakibat dicabutnya status Gemeente Soekaboemi pada tahun 1924, walaupun usulan tersebut pada akhirnya dibatalkan setelah adanya penentangan.

Hikmah adanya usulan pencabutan status tersebut adalah kemudian diseleksi calon Walikota Sukabumi pertama pada Juli 1925, dan terpilih Burgemeester pertama G.F Rambonnet.

Semenjak itu, pemerintahan lokal ini mulai memikirkan pentingnya Dewan Kota memiliki kantor sendiri. Lebih lengkapnya baca Sempat akan dibatalkan, Gemeente Soekaboemi berawal dari ketidakpuasan orang Eropa.

Oktober 1925, pemerintah menyewa sebuah bangunan besar di Tjikoleweg No. 23 milik seorang pengusaha Tionghoa bernama Lie Ek Tong untuk kegiatan operasional staf gemeente sementara.

Ek Tong adalah pemilik ruko di Grote Postweg (sekarang Jl. Jenderal A. Yani) yang di kemudian hari menjadi Toko Bogor, Toko Aloha, Toko Meubel Bandung, dan tiga kavling di sebelahnya.

Karena cukup dikenal di wilayah ini, namanya sempat diabadikan sebagai nama gang, yaitu Gang Ek Tong (sekarang Jalan PGRI). Bangunan tersebut berkonstruksi bilik dengan plesteran (gepleisterd billiken gebouw), yang kemudian digunakan oleh Kotapraja Sukabumi sebagai Balai Kota (door de Gemeente Soekaboemi Gebruikt als Gemeentehuis).

Gemeentehuis ini digunakan ketika ada pertemuan dewan kota, bahkan kadang digunakan untuk tempat peribadatan Jemaat Gereja Reformasi, mengingat jemaat gereja kesulitan melakukan ibadah dan harus menumpang di sekolah taman kanak-kanak di Selabatu.

Rambonnet akhirnya memberi solusi dengan menjadikan kantor sementara gemeente tersebut sebagai gereja.

Sementara itu, selama status sewa, burgemeester yang merangkap sekretaris kota tidak berkantor di gemeentehuis, tetapi di salah satu rumah di jalan yang sama, yaitu Cikoleweg No. 15.

Pemerintah kota praja sebenarnya membutuhkan bangunan milik Lie Ek Tong tersebut karena lokasinya yang strategis sehingga bisa meninjau keadaan kota dari kejauhan. Namun, karena Lie Ek Tong tidak menjualnya, kemudian dewan kota terus menyewanya selama tujuh tahun.

Sekitar 1932 terjadi resesi ekonomi yang mengakibatkan Lie Ek Tong mengalami kebangkrutan. Karena kebutuhan yang mendesak akhirnya ia harus rela melelang bangunan tersebut dan menjualnya kepada pemerintah senilai 12.600 Gulden (NLG).

Rabu, 20 September 2023

Latihan Persiapan Flash Mop Jepen Begenjoh 1500 Peserta di Taman Budaya Kalimantan Timur


Meski bunda rahma sedang keluar kota, tak menyurutkan semangat anak-anak berlatih di Taman Budaya Kalimantan Timur sebagai peserta 1500 Flash Mop Jepen Begenjoh. Dalam rangka Exotica Art And Culture Festival 2023, yang dilaksanakan di Taman Budaya Kalimantan Timur dari tanggal 21-23 September 2023.

Terimakasih buat anak-anak hebat TBM yang selalu semangat berlatih meski Pulang sekolah dan maaih mengenakan seragam sekolah, juga bunda Dwika dan Fatma yang selalu mendampingi diaat bunda Rachma tak ada.

Wisata Literasi ke Perpustakaan Nasional


Perpustakaan Nasional merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Perpustakaan Nasional dipimpin oleh seorang Kepala Perpustakaan Nasional Bapak Syarif Bando.

Presiden Joko Widodo, meresmikan gedung perpustakaan nasional ini pada hari Kamis Tanggal 14/9/2017 di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Gedung gedung perpustakaan nasional yang dibangun sejak dua tahun empat bulan yang lalu dan memiliki 27 lantai itu merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia.

Berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi dan bangunan setinggi 126,3 meter, gedung perpustakaan nasional ini dirancang dengan konsep green building dengan konsumsi energi 150 kwh/mm2 per tahun. Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran multi years (2013-2016) yang menelan biaya Rp 465.207.300.000. Adapun, fasilitas yang ada di gedung ini, antara lain ruang layanan keanggotaan perpustakaan nasional, ruang teater, ruang zona promosi budaya baca, data center, layanan anak, lansia dan disabilitas, layanan koleksi buku langka hingga layanan multimedia.

Hari ini Bunda Rachma menginjakkan kaki untuk kedua kalinya digedung ini sebagai hadiah kemenangan lomba perpustakaan sekolah tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Selasa, 19 September 2023

Perpustakaan Yang Di Kelola Bunda Rachma Meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi Kalimantan Timur


Keren itulah satu kalimat yang terucap saat mendengar pembacaan nominator juara dan Perpustakaan yang di kelola oleh bunda Rachmawati sebagai pustakawan di sekolah tersebut berhasil meraih juara 1. Keren bunda. Dimanapun bunda bekerja selalu memberi yang terbaik. Sukses selalu dan semangat selalu untuk kembali memberikan yang terbaik.

Kamis, 14 September 2023

Donasi Buku Gramedia Untuk SDN 008 Lempake, Samarinda Utara


Alhamdulillah sebanyak 3 Koli/Kardus buku Dari Gramedia, di donasikan untuk SD yang berada dekat dari Lokasi TBM Iqro berada.yang di terimakan oleh ibu Kholifah, bersama dua guru lainnya. Ragam buku yang di berikan adalah cerita anak, novel, agama islam, referensi dan kamus. 

Semoga buku ini ber