https://radarmedia.id/bukti-literasi-tumbuh-melalui-seni-dan-budaya-lokal-tbm-iqro-lempake-masuk-tiga-besar-nasional/
Berita Radar Media.com
TBM Iqro kembali menggelar kegiatan rutin “Berlatih Tari Bersama Bunda Rachma” yang diikuti oleh anak-anak binaan TBM dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya TBM Iqro dalam menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap seni budaya daerah sejak dini.
Bunda Rachma, sebagai pembimbing tari, dengan penuh kesabaran dan ketulusan membimbing para peserta mempelajari gerakan dasar tari tradisional. Setiap langkah dan ayunan tangan diajarkan dengan makna, agar anak-anak tidak hanya menari, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pada malam yang penuh kemilau dan semarak budaya ini, suasana semakin syahdu ketika panggung Grand Final Duta Wisata dan Putri Putra Pariwisata Kota Samarinda 2025 diisi oleh penampilan istimewa dari seniman musik tradisional yang telah dikenal luas, Opit Sape.
Dengan membawa kekayaan bunyi khas dari alat musik tradisional suku Dayak, sape’, Opit Sape menghadirkan nuansa magis dan penuh makna, mempersembahkan lima buah lagu yang masing-masing memiliki filosofi dan keindahan tersendiri.
Anak-anak TBM Iqro Lempake mendapatkan kesempatan istimewa ketika mereka diundang menari pada sebuah acara pernikahan, menyambut kedatangan mempelai pria dengan Tari Mappadendang. Dengan kipas anggun yang biasa digunakan untuk menyambut tamu agung, mereka tampil penuh percaya diri di tengah para undangan.
Gerakan kipas yang lembut berpadu dengan langkah-langkah ritmis menciptakan suasana yang hangat dan penuh khidmat. Meski masih kecil, mereka mampu menampilkan kekompakan dan keceriaan yang memancarkan kebanggaan terhadap budaya Bugis yang mereka hormati dan pelajari dengan sepenuh hati.
Suasana pembukaan kegiatan Bedah Buku & Dialog Inklusif bertema “Kisah, Kata, dan Kita: Literasi Inklusif untuk Semua” dalam rangka Bulan Bahasa, Kamis 16 Oktober 2025, berlangsung hangat dan penuh makna. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Masyarakat, yang bersatu dalam semangat literasi untuk semua kalangan.
Acara dibuka dengan penampilan memukau Tari Gong oleh Queena, sebuah tarian tradisional yang menggambarkan keanggunan, penghormatan, dan semangat budaya Dayak. Setiap gerak gemulai Queena menghadirkan nuansa etnik yang indah, mengajak hadirin menyelami kekayaan seni nusantara.
Samarinda — Kegiatan Bedah Buku dan Dialog Inklusif bertajuk “Kisah, Kata, dan Kita: Literasi Inklusif untuk Semua” digelar sebagai ruang perjumpaan antara dunia pendidikan, akademik, dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat literasi yang merangkul keberagaman. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat, sekaligus mendukung Lomba Apresiasi Kegiatan Kolaboratif Perpustakaan sebagai bagian dari praktik baik hasil pelatihan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Perpustakaan Sekolah Fastabiqul Khairat, bekerjasama dengan Perpustakaan Universitas Mulawarman dan TBM Iqro, mengajak Bapak/Ibu Wali Murid untuk menyelami makna literasi inklusif melalui kegiatan:
📚 *Bedah Buku & Dialog Inklusif*
*“Kisah, Kata, dan Kita: Literasi Inklusif untuk Semua”*
Kegiatan ini akan menghadirkan:
1️⃣ Irma Riana, Orang tua siswa ABK & Penulis “_Saat Dunia Retak dan Langit Tak Lagi Biru_”
2️⃣ Yanda Yono, Guru & Penulis “_Melukis di Udara_”
3️⃣ Ayunda Ramadhani, M.Psi., Psikolog dan Dosen FISIP Universitas Mulawarman (Moderator)
🗓 Kamis, 16 Oktober 2025
🕗 08.00 – 12.00 WITA
📍 Aula Kampus 2 Sekolah Fastabiqul Khairat, Jl. Ruhui Rahayu 1 Samarinda
Kehadiran dan partisipasi Bapak/Ibu akan menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat literasi inklusif.
Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Rabu, 08 Oktober 2025. Dalam rangkaian kegiatan Seminar Kepustakawanan IPI yang berlangsung di Aula Oemar Dahlan, suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya khas Kalimantan Timur. Di hadapan 150 pustakawan dari berbagai daerah di Kaltim, TBM Iqro Lempake turut menyumbangkan persembahan budaya melalui tarian dan musik tradisional.
Tiga anak didik TBM Iqro Lempake—Raina, Dira, dan Feli—membuka pertunjukan dengan membawakan tarian Begawe Nyapat Taon, sebuah tari tradisional yang menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalamnkegiatan panen . Gerakan yang lembut namun penuh makna mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga melalui generasi muda.