Video Profil TBM Iqro Lempake

Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kotak Penelusuran

Senin, 24 September 2018

Pekan Ceria Kado Samarinda


Hari ini Kado Samarinda, yang dinaungi Kak Setiawati, mengisi kegiatan Pekan Ceria di Rumah Belajar Unggul. menceriakan anak2 dimana saja menjadi Motto Kampung Dongeng di Seluruh Indonesia

Kampung Dongeng Samarinda akan menceriakan anak-anak di 10 titik yang berada di Samarinda.

Jika kalian Ingin Taman Baca dan Rumah Belajar Kalian dikunjungi silahkan kontak Kak Setiawati, biar dibuatkan jadwal kunjungan berikutnya ke tempat kamu

agenda kami hari ini, senam Kampung Dongeng, perkenalan dengan 3 hewan khas kaltim yang sudah hampir punah oleh Kak Wati, ice breaker oleh Kak Wati dan Kak Rachma, dongeng bersama kak Bita, Origami bersama Kak Rachma, Dongeng Bersama Kak Heny, dan Tebak-tebak berhadiah. Semua anak senang, semua anak mendapat Es Krim dari Rumah Belajar Unggul. terima kasih Ibu Kartini  yang menjadi tuan rumah untuk menceriakan anak-anak Indonesia.

#SayaMendongeng
#KampungDongeng
#KampungDongengEtam
#KampungDOngengSamarinda

Minggu, 23 September 2018

Belajar Menulis Puisi

Belajar menulis puisi, itulah kalimat yang tepat buatku, saat Prof. Thobroni mengajak kami para perempuan untuk menerbitkan antologi para perempuan se Nusantara, para perempuan dari group Forum Puisi Indonesia, dalam bentuk buku "Kitab Puisi Perempuan Indonesia. Perempuan Gelombang Bersenandung di Antara Surut dan Pasang".

Ada 4 puisi yang aku tuliskan yang kesemuanya merupakan gambaran nyata sosok ibu yang bagiku adalah perempan paling tangguh dan pahlawan dalam hidupku.

Hari ini, sabtu, 22 September 2018, buku ini mendarat manis di meja kerjaku

#LiterasiAjarkanku
#AyoMenulis
#MenulisPuisi

Senin, 17 September 2018

Berkunjung Ke Rumah Qur'an, di Bantaran Sungai Karang Mumus


Hari ini memenuhi undangan ibu  Haziah, Ans menghadiri acara pisah sambut Mahasiswa KKN Unmul yang akan kembali belajar di kampus. pada kesempatan ini TBM Iqro diberi kesempatan mengajarkan cara membuat origami dan mengolah limbah menjadi ramah lingkungan.

Setelah menyantap sepiring nasi uduk buatan bu Haziah, Ans, anak-anak pun bersemangat mengikuti dongeng tentang Momoi belajar ngaji yang disampaikan oleh bu Fitri, dan lanjut dengan kegiatan membuat Origami bersama saya. ternyata kakak mahasiswanya gak tau buat origami.

Pada hari ini juga anak-anak memperlihatkan ecobric yang sudah mereka kumpulkan yang nantinya akan dibuat tempat duduk buat mereka. Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan terbuat dari botol yang diisi dengan sampah plastik hingga padat. Pembuatan Ecobrick sendiri ternyata tidak sebentar. Walaupun prosesnya terlihat sederhana, sebuah botol plastik ukuran 600 mililiter dapat diisi sekitar 250 gram sampah plastik atau setara dengan 2500 lembar plastik bungkus mie instan.

Pekan Ceria kampung dongeng pada akhirnya terlaksana di rumah Qur'an ini.

Jumat, 14 September 2018

ASN Inspiratif 2018, Versi TBM Iqro


Bantu like dan komen di instagram (https://www.instagram.com/p/Bnh2qKEAcdQ/…)

Saya akan memperkenalkan Pak Darta, S.Pd. Beliau adalah sosok tenaga pendidik yang sangat inspiratif, yang berhasil membawa siswa-siswinya di Daerah 3T (Tertinggal, terpencil dan terisolir) dapat mengenyam pendidikan seperti murid lainnya. Sosok ASN yang pantang menyerah demi mengentaskan Buta Aksara di daerah tersebut. Hanya Berbekal Senter dan uang 90 ribu, pak Darta tiba di Desa yang minim air tawar dan hanya mengandalkan air tadah hujan untuk MCK, tak menyurutkan semangat Pak Darta untuk berbakti pada Negeri.

Bertahan di tengah keterbatasan, meski terkadang harus mengeluarkan dana pribadi, Darta membuktikan Bahwa Sekolah yang dirintisnya, yang semula hanya SD, lanjut membangun SMP dan Kini memiliki SMA ini, patut di sejajarkan dengan sekolah-sekolah lainnya. Berkat jiwa pantang menyerahnya ini Darta mendapat penghargaan Sebagai “Kepala Sekolah Dasar Berdedikasi di daerah Khusus/ daerah terpencil” Tingkat Nasional Oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2008. Kini sekolah ini bahkan menjadi sekolah hutan mangrove dan Dartapun mendapat penghargaan sebagai “Pengabdi lingkungan pada tahun 2008”, karena mempertahankan dan membuat pembibitan mangrove. Tahun 2016, Sekolah ini kembali mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara di tahun 2017 sekolah terpilih sebagai sekolah adiwiyata tingkat propinsi Kalimantan Timur. Tak heran jika tamu yg berkunjung menggunakan minuman kemasan akan ditegur siswa karena sekolah ini menerapkan zero plastic.

Darta sangat bahagia karena perlahan anak­-anak asuh binaannya mulai diperhitungkan di tingkat kabupaten dan provinsi. Beberapa siswanya pernah mengikuti lomba skala nasional. Darta sangat ingin kelak anak didiknya ada yang tembus bangku kuliah hingga meraih gelar sarjana.

Darta telah memberi inspirasi. Bahwa beginilah seharusnya dedikasi seorang Aparatur Sipil Negara, yang lebih dibutuhkan di daerah terpencil. Agar pendidikan dan kesejahteraan hidup bisa merata hingga ke pelosok Negeri Tercinta Ini.


@kemenpanrb

Minggu, 09 September 2018

Lounching buku bapak Syafruddin Pernyata, "Aku Bulan Kamu Senja" dan "Awan".


Menghadiri Ngobrol santai dan lounching buku bapak Syafruddin Pernyata bersama kawan2 JPK, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 08 September 2018. Adapun judul buku yang di obrolkan berjudul :  "Aku Bulan Kamu Senja" dan "Awan".

Buku Awan diambil dari kisah nyata keponakan Bapak Syafruddin pernyata, yang sangat menginspirasi. berikut testimoni ibu Dyan Agustina Ali :

-Dian Garini Lituhayu-

Seorang lelaki baik yang dipanggil pulang oleh Sang Khaliq. Meninggalkan tumpukkan tanya mengapa dan bagaimana bisa. Justru ketika punggungnya menjadi tautan harapan orangtua dan saudara. Justru di saat kehadirannya menjadi penyempurna kesyukuran yang paripurna. Berpulang menemui kekasih abadi dengan cara yang tidak diduga manusia manapun disekitarnya. Kehilangan dan kegundahan menjadi aroma terbesar sejenak ketika dia pergi, tanpa pesan. Ini Awan, inspirasi tokoh cerita novel yang menjadi nama utama.

Meskipun di gambarkan berbeda dari bersit ide yang tertulis di dalam cerita, tokoh Awan tetap seorang pahlawan bagi keluarganya. Ketika sukses sudah ditangannya, ketika mobil untuk keluarga sudah dibelinya, ketika sandang pangan keluarga telah dipenuhinya, bukan menikah yang melintas di kepalanya. Meskipun ayahnya, ibunya, dan seluruh saudara mara akan langsung mengiyakan dan mengamini perempuan manapun yang dia inginkan menjadi permata hati, Awan mengajak ayah ibunya untuk pindah. Tak mudah menawarkan ide pindah bagi mereka yang sudah nyaman dengan keadaaan di tempat semula. Tak mudah mengajak semuanya berkemas untuk menemukan dan memulai semuanya di sebuah tempat baru. Apa Awan punya alasan? Iya, dia punya satu. Dengan a, b dan c ulasannya.

Kelanjutannya? Baca saja novelnya. Bahasanya sederhana, tapi memikat, sangat mengikat.

Kamis, 30 Agustus 2018

Tambahan Koleksi Buku TBM Iqro

Paket buku kiriman mbak Paskalina Askalin Oktavianawati untuk TBM Iqro telah tiba sore ini. Terima kasih mbak Paskalina. Semoga bukunya bermanfaat untuk pembaca TBM Iqro sebanyak 14 eksemplar denga 3 judul buku diantaranya :

1. Rintis Usaha Sendiri Yuk
2. Khazanah Pantun Indonesia
3. Aku Anak Yang Bertanggung Jawab

Dua judul nomor 2 dan 3 merupakan Karya Kak Paskalina Askalin sendiri. Waah keren ya adik-adik, jangan lupa membaca buku di TBM Iqro ya. ilmunya dapat, pengalamannya dapat, cerdasnya juga dapat.

Senin, 27 Agustus 2018

Pertemuan JPK di TBM Iqro

Pertemuan rutin dwi pekanan JPK. Dan hadiri oleh Kak Rauhiyatul Jannah
Rohiyatul Jannah adalah salah satu penulis Cerita Anak yang sangat produktif. Karya yang dihasilkannya berbentuk Dongeng, cergam, dan cerpen anak. Yang diterbitkan oleh perusahaan mayor seperti Gramedia, Elex Media, Wahyu Media dan Andi Publishing.
Dikesempatan ini kak Rohiyatul Jannah berbagi tips menulis cerita anak pada kami.
Semoga ilmunya tertular pada kami, dan kelak juga bisa menghasilkan tulisan seperti beliau


Pekan Ceria TBM Iqro dan GPMB Prov. Kaltim

Meluangkan waktu bersama mereka. Diagenda Pekan Ceria GPMB

#SalamLiterasi

Seraung Ala Kami...


Seraung adalah topi lebar khas Suku Dayak.[1] Topi ini menjadi pelindung sehari-hari yang digunakan masyarakat Suku Dayak yang ada di Kalimantan.[2] Memiliki ukuran yang lebar dan sekilas mirip dengan topi caping yang ada di pulau jawa.[3] Seraung topi khas Suku Dayak yang banyak kita temui di kawasan Kalimantan khususnya Dayak Kenyah yang tinggal di Lekaq Kidau, Kalimantan Timur.[3]

Seraung terbuat dari daun biru atau orang dayak bilang daun sang, sejenis daun palem lebar yang tumbuh di hutan-hutan Kalimantan.[4] Daun sang sendiri saat ini sangat susah di dapatkan. Orang Dayak Kenyah di Datah Bilang Hilir harus menempuh 2,5 jam perjalanan menggunakan perahu ketinting, dan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 2 jam untuk mencari daun sang yang pohonnya tumbuh di hutan.[4] Mereka kini mengganti bahan dasar seraung dengan sejenis pohon pandan atau kajang yang lebih mudah diperoleh.[4]

Seraung biasa dipakai ketika pergi ke luar rumah, terutama ketika beraktivitas di hutan.[1] Pada umumnya yang menggunakan seraung adalah kaum wanita suku Dayak. Para wanita mengenakan seraung untuk menutupi kepala mereka dari teriknya sinar matahari dan sekaligus sebagai pelindung mereka dari hewan buas yang ada dihutan.[5] Selain itu seraung juga sering dikenakan dalam upacara-upacara adat.[6] Kini, seraung yang berwarna-warni cantik itu juga sering dipakai sebagai hiasan dinding. Bahkan, sebagai souvenir, dibuat juga seraung kecil-kecil yang memang khusus untuk hiasan.[6].

Sumber : Wikipedia 
Foto : Koleksi Pribadi