Selama lebih dari tiga dekade, Ancek Mala menjalani kesehariannya dengan penuh ketekunan. Dari memilih dan menyiapkan bahan, mengolah lidi atau janur, hingga menganyamnya menjadi urung ketupat yang siap digunakan, setiap proses membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan tangan yang tidak diperoleh dalam waktu singkat.
Bagi Ancek Mala, membuat urung ketupat bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Aktivitas ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Dari hari ke hari, ia terus mempertahankan keterampilan yang telah ditekuni sejak muda, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan urung ketupat untuk berbagai keperluan, khususnya menjelang momen-momen tertentu ketika permintaan meningkat.








